TESTIMONI
Taman saya terlihat rapih dan indah. Saya PUAS dengan kerja tamanku.com

Ibu Emi, Gading Serpong Tangerang

Responnya cepat setelah saya telpon, langsung disurvey tempat, harganya terjangkau dibandingkan beberapa taman yang lain. pengerjaan juga cepat & rapih. SUKSES tamanku.com

Ibu Like, Pondok Indah, Jakarta

"Cepat, murah dan hasilnya memuaskan, saya merasa puas dengan kinerja dari tamanku.com"

Rudi, Jakarta Barat

Pokonya kantor saya tidak akan kemana-mana lagi, kalau mau membuat taman ya langsung hubungi tamanku.com, abis responnya cepat dan harga terjangkau sih.

Bapak Ali, Mampang

Bagus, respon cepat. Itu kesan yang saya rasakan dari tamanku.com..Terima kasih taman-nya y....tamanku.com, Good luck!!

Bapak Tony, Bumi Serpong Damai
Statistik Pengunjung

pancuran airAIR sebagai bagian dari elemen taman dapat tampil lebih “hidup” bila ditempatkan dalam ornamen yang cantik. Salah satunya bentuk pancuran air dalam beragam model yang unik dan menarik.
Kreativitas terus dikembangkan para arsitek taman. Begitu pun dengan perajin dan pengusaha ornamen-ornamennya. Kehadiran model dan bentuk-bentuk ornamen yang unik terus mengikuti tren. Salah satunya ornamen pancuran air. Model pancuran air ini terus berubah seiring kreativitas dan tren properti yang berkembang.

Jika dulu bentuk dan model terlihat kaku, kini banyak sekali pilihan. Ada model patung, model gentong, model bola, model pura, dan sebagainya. Adanya pilihan model menuntut kita untuk tidak asal meletakkannya di taman.

“Pada dasarnya, pancuran air yang mana saja bisa digunakan di rumah, tapi memang lebih baik sesuai desain rumah,” ujar pemilik UD Alam Surya Roni Syahroni, pengusaha ornamen taman. Hal senada juga diungkapkan arsitek Ir Nugraha Widhi IAI HDII.

Menurut Widhi, kehadiran pancuran air ini lebih baik disesuaikan dengan konsep rumah sehingga karakter desain fasad khususnya, tidak rancu dan fokus. Jenis pancuran air yang saat ini lagi tren, menurut Roni yang membuka usahanya di Yogyakarta, dalah pancuran air model bola.

“Desainnya sangat atraktif dan lagi digemari banyak orang. Modelnya unik, soalnya bola yang terbuat dari batu mengambang di atas tekanan air pancur,” ujarnya. Namun, Widhi tidak sependapat. Dia mengaku, berdasarkan pengalamannya saat ini, banyak kliennya yang minta dibuatkan model pancuran air model piring.

Bentuk penampang air yang menyerupai piring, datar dan lebar, berada di bagian atas dan menumpahkan air. Air tumpahan tersebut tidak ditampung oleh penampang air yang di bawah, tapi dihadang bebatuan kerikil. “Nah, kerikil tersebut mampu memberikan efek tempias ke sekelilingnya, ini sangat unik dan banyak yang suka, saya juga lagi senang bikin yang seperti ini,” ujarnya.

Akan tetapi, jangan takut terhadap pemborosan air karena sebenarnya di bawah bebatuan kerikil tersebut terdapat beton yang akan mengalirkan ke satu lubang penampung air. Kemudian air tersebut akan kembali lagi ke pancuran. Selain kedua jenis pancuran air yang lagi digemari tersebut, masih banyak lagi macam pancuran air, misalnya model patung.

Pancuran air gaya patung diyakini Widhi lebih cocok digunakan pada gaya rumah klasik. Bentuk-bentuk patung tersebut juga sangat banyak ragamnya, tergantung selera Anda dalam memilih, yang penting konsepnya tepat. Kemudian ada lagi model gentong. Untuk yang satu ini, lebih cocok digunakan pada rumah bergaya tropis.

“Karena pada rumah tropis yang ingin dicari kan kealamiannya sehingga model gentong sangat tepat,” sebut Widhi yang tinggal di Bekasi ini. Roni menuturkan, kalau model gentong, ide awalnya timbul dari gaya orang zaman dahulu yang menyimpan air di gentong.

Kemudian, model gentong tersebut berkembang hingga kini berbentuk tingkat. Pilihan pancuran air gaya tropis lainnya adalah pancuran bambu. Modelnya ada yang hanya mengalirkan air dan yang model jungkat-jungkit. Model yang terakhir bisa mengeluarkan suara “duk-duk” jika diaktifkan. Ini timbul dari benturan antarbambu. Jadi, selain suara gemericik air, suara ketokan bambu seperti di hutan bisa sampai di rumah.

Berikutnya adalah untuk rumah minimalis. Model pancuran yang sesuai adalah yang memiliki sculpturedasar. “Misalnya bentuk mengotak, jajaran genjang, bulat, elips, dan sebagainya,” kata Widhi. Intinya, model pancuran minimalis jangan sampai menggambarkan sesuatu, modelnya harus abstrak dan simpel.

“Kadang-kadang modelnya tidak jelas, tapi justru di situ letak keunikan gaya minimalis,” kata Roni. Selain berbentuk sederhana, model minimalis harus disertai garis-garis kecil khas minimalis dan berwarna gelap, jangan putih atau cokelat. Kalaupun Anda ingin yang berwarna terang, pilih abu-abu muda.

Dari pilihan warna ini juga akan berpengaruh ke bentuk perawatan Anda kelak. Misalnya warna putih, lama kelamaan akan berubah kehijau-hijauan akibat lumut. Namun,lumut ini biasanya hanya terjadi pada pancuran model tumpah. Contoh, kalau model patung yang memancurkan,bagian badan patung yang berinteraksi dengan air hanya sedikit sehingga kecil kemungkinan terjadinya lumut.

“Tapi untuk lumut di saluran air tetap harus rajin dibersihkan. Jangan sampai menumpuk karena akan merusak pompa airnya,” saran Widhi. Patut diingat, air yang digunakan pada pancuran air tidak berganti-ganti (pada beberapa jenis tertentu). Karena itu, secara berkala air harus diganti dengan yang baru. Tak hanya air, filter juga harus diperhatikan.

“Jadi kalau diurut langkah perawatan berkalanya, yang pertama dicek filternya dulu, baru airnya, kemudian cek saluran air di pipa penyemprot,” saran Widhi. Mudah bukan? Selamat mencoba.

sumber: lifestyle.okezone.com

Artikel Terkait

Incoming search terms:, pancuran taman, pancuran taman minimalis, harga pancuran minimalis, pancuran air, harga pancuran taman, taman pancuran, membuat pancuran air sederhana, harga pancuran air, pancuran air bambu, harga pancuran air minimalis

Leave a Reply