Hubungi Kami

Telp: 0819 0608 4999

PIN BB: 7D585A8D
TESTIMONI
  • "Taman saya terlihat rapih dan indah. Saya PUAS dengan kerja tamanku.com".
    (Oleh: Ibu Emi, Gading Serpong Tangerng)

  • "Responnya cepat setelah saya telpon, langsung disurvey tempat, harganya terjangkau dibandingkan beberapa taman yang lain. pengerjaan juga cepat & rapih. SUKSES tamanku.com".
    (Oleh: Ibu Like, Pondok Indah Jakarta)

  • "Cepat, murah dan hasilnya memuaskan, saya merasa puas dengan kinerja dari tamanku.com".
    (Oleh: Bapak Rudi, Jakarta Barat)

  • "Pokonya kantor saya tidak akan kemana-mana lagi, kalau mau membuat taman ya langsung hubungi tamanku.com, abis responnya cepat dan harga terjangkau sih".
    (Oleh: Bapak Ali, Mampang)

  • "Bagus, respon cepat. Itu kesan yang saya rasakan dari tamanku.com..Terima kasih taman-nya y....tamanku.com, Good luck!!".
    (Oleh: Bapak TonyBSD Tangerang)

  • "Modelnya bervariasi, jadi saya tinggal pilih, dan hasilnya juga rapih.".
    (Oleh: Ibu Lisa, Grogol)
Statistik Pengunjung
ImageDewasa ini makin banyak istilah yang dikaitkan dengan kata green, terlebih ketika berbicara mengenai isu lingkungan hidup. Berangkat dari istilah green, kini terbangunlah sebuah skema tentang pentingnya elemen hijau untuk kelangsungan hidup dan ekosistem, dan hal inilah yang akhirnya berkait erat dengan fenomena perubahan iklim dunia.

Salah satu teknologi lingkungan yang kemudian ikut berperan dalam mempengaruhi bentuk rancang bangun dan sekaligus mempengaruhi kualitas lingkungan hidup adalah konsep green roof. Konsep ini sendiri sebenarna bukan sebuah konsep baru. Konsep layer atau lapisan struktur konstruksi hijau yang terdiri dari media tanah dan tanaman diatas sebuah bangunan.

Konsep yang mulai dikenal manusia pada abad ke 7 di Babylon atau sekarang dikenal dengan Iran, merupakan sebuah hasil mahakarya dari Raja Nebuchadnezzar II. Sebuah konsep taman yang dikenal dengan istilah Taman Gantung Babylonia.

Pada era sekarang aplikasi dari taman gantung ini populer dengan nama green roof technology. Teknologi ini dipercaya tak hanya sebagai gerakan penghijauan semata, akan tetapi lebih dari itu teknologi ini dipercaya dapat mempengaruhi kualitas lingkungan hidup dan ekosistem menjadi lebih baik.

ImageImage

MANFAAT TEKNOLOGI GREEN ROOF
Keuntungan ekologi yang diperoleh dari konsep ini adalah mampu mereduksi urban heat island effect serta mampu mengendalikan serta menciptakan iklim mikro yang kemudian bertindak sebagai pendingin dan kelembaban udara sekitar.

Manfaat lainnya adalah menetralisasi polusi uara melalui pengaturan disain lansekap dengan komposisi tanaman pada area atap, sehingga meminimaliskan polusi suara hingga 8 db. Selain itu green roof juga berperan sebagai penangkap partikel polusi perkotaan dan CO2 yang terdapat pada udara dan debu.

Perbaikan ekosistem terbentuk melalui terciptanya habitat kehidupan alam liar, dengan pemilihan dan konsep disain lansekap taman yang tepat akan menimbulkan efek positif terhadap ekosistem. Melalui cara memperbesar dan menambah luas ruang, akan menambah habitat bagi kehidupan alam liar seperti burung-burung di perkotaan maupun fauna lainnya.

Melalui teknologi green roof dengan mengaplikasikan lapisan water proofing hidup, nilai proteksi bangunan terhadap dampak buruk ultra violet ray-pun bertambah. Hasil penelitian telah membuktikan bahwa dengan adanya lapisan green roof ini dapat menambah umur lapisan tradisional water proofing hingga berumur lebih dari 40 Tahun.

Selain itu aplikasi lapisan green roof mampu memperkecil volume kandungan air akibat curah hujan sebanyak 50% hingga 90%, serta mampu menjadi lapisan filter bagi partikel-partikel polusi yang terkandung didalamnya. Dampak positif yang diterima adalah jumlah volume air tidak menjadi beban bagi aliran pembuangan.

Konstruksi Green Roof

– Lapisan 1 Water Proof Membrane Lapisan untuk menutupi keseluruhan permukaan atap

Lapisan 2 Drain mat Lapisan sebagai tempat/ruang bergeraknya aliran air yang berasal dari air penyiraman dan air hujan menuju kepembuangan akhir

– Lapisan 3 Filter Cloth Lapisan untuk memisahkan lapisan ‘drain mat’ dan media pertumbuhan

– Lapisan 4 Growing medium Lapisan tempat pertumbuhan tanaman komposisi tanah dicampur sand,salts,clay,organic matter dan lava rock

– Lapisan 5 Tanaman Banyak tanaman dapat dipergunakan tergantung dari konsep disain lansekap taman

ImageIdealnya, rumah yang sehat memiliki komposisi 60% bangunan dan 40% lahan terbuka (taman). Fungsi area terbuka khususnya taman, selain sebagai penghasil oksigen dan resapan air hujan juga sebagai jalur sirkulasi udara kedalam rumah. Bukaan yang menghadap ke area terbuka, memberi keleluasaan udara dan cahaya masuk ke dalam rumah.

Jika bosan atau enggan dengan taman basah, dalam arti taman yang langsung tanah, Anda bisa pilih taman kering. Tak terlalu repot menghadirkan taman kering di rumah Anda. Cukup dengan sedikit tanaman, beberapa pot hias, batu-batuan alam, batu koral, lampu hias dan sedikit perkerasan pada bagian-bagian tertentu, taman kering Anda siap dinikmati keindahannya.

Batu-batuan alam bisa ditempatkan sebagai pelapis dinding, sedangkan batu koral disebarkan di atas tanah. Jika ingin menghadirkan suasana lain, bisa gunakan pasir putih seperti taman ‘Zen” Jepang.

Anda punya ruang sisa di dalam rumah? Manfaatkan sebagai taman kering. Berikut caranya :
1. Kupas sisi dinding, dan pasang beberapa batu alam. Coating dengan warna glossy.
2. Buka keramik lantai, besar luasannya sesuai dengan yang diinginkan. Tutup bagian keramik yang terbuka dengan kerikil atau batu koral sesuai selera.
3. Letakkan beberapa pot bunga dan aksesoris, untuk mempercantik.

Image

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merencanakan taman kering :
Arah pancaran sinar matahari. Taman kering lebih menarik jika dinikmati pada sore hari.
Jenis tanaman. Lokasi dan pancaran matahari turut berpengaruh. Tanaman harus mendapat sinar matahari langsung pada sore hari, antara pukul 15.00-16.00 agar baik perkembangannya. Untuk taman indoor, bisa dipilih sansevieria (lidah mertua), begonia atau lili paris. Selain itu ada pula sikas, palem, lidah buaya, kaktus, agave, siklok, dan nanas-nanasan yang cocok untuk ruang dalam dan ruang luar.
Sirkulasi udara dan kelembaban area. Area yang lembab mengundang jamur tumbuh subur terutama pada bebatuan.
Jenis bebatuan. Terdapat beragam pilihan, semisal batu lampung, batu alor, batu Bengkulu atau batu ambon. Warna dan tekstur batu menampilkan keindahan tersendiri.
Perawatan. Perlu perawatan agar taman tetap terlihat asri dan bersih.

“Taman kering jangan dipenuhi banyak tanaman. Maksimal dua pohon, karena sifat taman kering adalah untuk menonjolkan sebuah tanaman eksotis sebagai point of view.”

taman kering

taman kering

taman kering

taman kering

Untuk penempatannya, bisa di dalam ruang atau di luar ruang. Semisal di samping ruang makan, samping ruang keluarga, atau di sisi kamar mandi semi terbuka untuk di bagian dalam rumah. Untuk penutup atapnya, bisa digunakan atap transparan agar sinar matahari tetap masuk. Sedangkan di luar rumah, pilihannya bisa di teras depan, teras belakang atau samping rumah. Bersantai di sore hari sambil menikmati keindahan taman kering, pasti akan membangkitkan inspirasi. Dijamin, pikiran Anda lebih segar dan kreatif.

Artikel Terkait