TESTIMONI
Taman saya terlihat rapih dan indah. Saya PUAS dengan kerja tamanku.com

Ibu Emi, Gading Serpong Tangerang

Responnya cepat setelah saya telpon, langsung disurvey tempat, harganya terjangkau dibandingkan beberapa taman yang lain. pengerjaan juga cepat & rapih. SUKSES tamanku.com

Ibu Like, Pondok Indah, Jakarta

"Cepat, murah dan hasilnya memuaskan, saya merasa puas dengan kinerja dari tamanku.com"

Rudi, Jakarta Barat

Pokonya kantor saya tidak akan kemana-mana lagi, kalau mau membuat taman ya langsung hubungi tamanku.com, abis responnya cepat dan harga terjangkau sih.

Bapak Ali, Mampang

Bagus, respon cepat. Itu kesan yang saya rasakan dari tamanku.com..Terima kasih taman-nya y....tamanku.com, Good luck!!

Bapak Tony, Bumi Serpong Damai
Statistik Pengunjung

Membuat taman vertikal merupakan cara menyiasati lahan terbatas pada hunian. Meskipun rumah Anda…

Pesona Taman Vertikal untuk Lahan Sempit

MEMBUAT taman vertikal merupakan cara untuk menyiasati lahan yang terbatas pada hunian. Meskipun rumah Anda tergolong mungil, pola penghijauan masih bisa diterapkan.

Di tengah keterbatasan lahan pada sebuah hunian, sulit rasanya memiliki taman yang indah berisi sejumlah tanaman yang kita sukai. Namun, jangan berkecil hati dulu.

Kini lahan sempit pun bisa dibuat taman indah nan hijau dengan metode yang dinamakan taman vertikal atau dikenal dengan istilah vertical garden, living walls, biowalls, green facades, vertical farming, green wall, atau topiade. Taman vertikal adalah menumbuhkan tanaman dengan cara vertikal dengan memakai sejumlah metode khusus.

Konsep ini pertama kali ditemukan pada 1994 oleh ahli botani Prancis, Patrick Blanc, yang kemudian banyak ditiru oleh para arsitek sadar lingkungan, desainer, dan tukang kebun rumah di seluruh dunia. Dia berpendapat tak semua tumbuhan membutuhkan tanah dalam keadaan tertentu.

Dengan pengaturan dan perancangan khusus, tanaman menjelma indah menjadi kebun di seluruh bangunan. Blanc membuat taman vertikal terbesar (sekitar 1.400 m2) dengan menutupi permukaan dinding luar bangunan di Rue d’Alsace di Paris, Prancis. Yang istimewa, dia menyusun komposisi tanaman bagaikan lukisan itu tanpa media tanam sama sekali. Di Indonesia sendiri, taman vertikal mulai dikenal sejak 2010.

“Berkebun dengan cara vertikal terlihat sempurna jika Anda memiliki lahan sangat terbatas. Apakah Anda menggunakan bidang tanam yang sangat sempit di depan dinding, pagar, atau berkebun di halaman belakang. Bahkan di balkon, di mana Anda lihat tidak ada tempat lagi selain vertikal,” kata Susan Morrison, penulis buku Garden Up! seperti dilansir laman The Commercial Appeal.

Tina Aur, mantan hortikulturis di Dixon Gallery and Gardens, Memphis, Tennessee, menggunakan pohon dan tanaman merambat untuk menciptakan vertical garden di sekitar rumahnya. Selain keindahan, model taman ini dia buat untuk menjaga privasi dan meredam suara bising kendaraan yang lalu-lalang di jalanan.

Pagar pendek yang mengelilingi halaman depan kediaman Aur ditanami koleksi mawar warisan keluarganya. Dia juga menggunakan kombinasi pohon cemara Italia diselingi dengan teralis untuk membuat satu ruangan. Anda ingin melihat tanaman sayuran terlihat lebih “formal”dan alami? Biarkan mereka tumbuh pada rose arches atau teralis.

“Salah satu cara untuk menggabungkan buah dan sayur dengan tanaman hias adalah memilih buah atau sayur yang memiliki bagian tanaman yang indah yang bisa dijadikan hiasan. Contohnya, artichoke yang memiliki daun berwarna perak dan bunga cantik yang juga cocok sebagai tanaman hias,” tutur Morrison.

Morrison meminta Anda untuk menggabungkan jenis tanaman yang punya sifat sama. “Tanaman buah dan sayur biasanya lebih butuh perhatian, dengan penggunaan air lebih banyak, lebih banyak sinar matahari, dan pergerakan yang teratur daripada tanaman hias, sehingga Anda perlu menjadi bijaksana dalam pendekatan itu,” ungkapnya.

Sebuah sistem layering vertikal yang kreatif sangat cocok diterapkan di lahan panjang dan sempit, di mana banyak pemilik rumah cenderung mengabaikan atau menggunakannya untuk tempat penyimpanan barang.

“Tentu saja, layering tradisional adalah dengan menaruh tanaman besar di belakang, yang bentuknya sedang di tengah, dan yang kecil di depan,” kata Morrison.

“Tetapi, Anda tidak bisa melakukannya jika Anda memiliki lahan yang sangat sempit karena membutuhkan lebar lahan setidaknya setengah sampai satu meter. Jadi sebagai ganti, Anda bisa menempatkan tanaman datar dengan bunga di atasnya di bagian belakang, tanaman sedang yang terbuka dan berangin berada di tengah, dan gundukan tanaman abadi serta dedaunan diselipkan di bawahnya,” ungkap dia.

By fyulianti, okezone.com

Incoming search terms:, taman halaman sempit, berkebun vertikal, taman pesona, penataan taman bunga untuk lahan sempit, kebun sayur vertikal, contoh taman dilahan sempit, Contoh kebun di lahan sempit, cara membuat vertical farming, cara membuat taman vertical dipagar rumah, cara membuat taman didepan pagar

Leave a Reply