Hubungi Kami

Telp: 0819 0608 4999

PIN BB: 7D585A8D
TESTIMONI
Taman saya terlihat rapih dan indah. Saya PUAS dengan kerja tamanku.com

Ibu Emi, Gading Serpong Tangerang

Responnya cepat setelah saya telpon, langsung disurvey tempat, harganya terjangkau dibandingkan beberapa taman yang lain. pengerjaan juga cepat & rapih. SUKSES tamanku.com

Ibu Like, Pondok Indah, Jakarta

"Cepat, murah dan hasilnya memuaskan, saya merasa puas dengan kinerja dari tamanku.com"

Rudi, Jakarta Barat

Pokonya kantor saya tidak akan kemana-mana lagi, kalau mau membuat taman ya langsung hubungi tamanku.com, abis responnya cepat dan harga terjangkau sih.

Bapak Ali, Mampang

Bagus, respon cepat. Itu kesan yang saya rasakan dari tamanku.com..Terima kasih taman-nya y....tamanku.com, Good luck!!

Bapak Tony, Bumi Serpong Damai
Statistik Pengunjung

Posts Tagged ‘Taman Minimalis’

Taman Sederhana

Taman Sederhana

Membuat taman tidak boleh asal. Bila tak direncanakan dengan cermat, hanya akan menciptakan semak dan mengotori pemandangan.

Sebuah taman diciptakan dengan tujuan untuk menghadirkan keindahan. Indah tidaknya sebuah taman ditentukan dari pemilihan material softscape dan hardscape, komposisi warna dan bentuk, serta keharmonisan desain secara keseluruhan.

Beberapa proses perencanaan sering diabaikan karena terlihat sepele, padahal sebenarnya sangat menentukan keindahan taman nantinya. Beberapa hal berikut harus dicermati, agar taman yang tercipta benar-benar sesuai dengan harapan kita.

Dua hal pokok yang harus disiapkan adalah persiapan desain atau konsep taman dan persipan teknis. Persiapan desain adalah pembuatan rancang gambar taman sesuai dengan konsep desain taman yang diinginkan.

Pembuatan pola lahan, persiapan instalasi listrik dan air, peletakannya, dan penentuan titik tanam adalah beberapa hal yang harus terangkum dalam konsep desain yang dibuat.

Desain ini akan menjadi pedoman untuk melakukan perencanaan-perencanaan berikutnya. Untuk membuat desain ini, harus memperhatikan beberapa pekerjaan teknis yang akan dilakukan untuk membuat taman. Berikut uraiannya.

Menyiapkan Lahan
Kegiatan ini meliputi pekerjaan penggalian dan pembalikan tanah, pengurukan, penggemburan, dan pemberian pupuk atau penambahan unsur hara dalam tanah. Selain untuk mempersipakan lahan tanam yang siap ditanami dan memiliki kontur yang sesuai harapan kita, proses ini juga membebaskan lahan dari gulma yang akan mengganggu pertumbuhan tanaman nantinya.

Proses ini sering dilewatkan karena sering kita tidak sabar untuk segera atau langsung menanam sehingga hasilnya sering mengecewakan: tanaman mati dan tidak tumbuh baik karena terganggu gulma.

Membuat Konstruksi Taman
Dalam proses ini perencanaan dan pembuatan jalan setapak dilakukan. Elemen ini penting untuk jalur sirkulasi di taman sehingga segala aktivitas di taman yang dilakukan kemudian hari tidak mengganggu keberlangsungan tumbuhnya tanaman dan elemen lainnya. Sesuai dengan luasnya taman, desain dan material jalan setapak bisa dibuat dalam berbagai pilihan.

Menentukan Elemen Keras Taman (Hardscape)
Yang termasuk dalam elemen keras taman adalah aneka pot, bebatuan, lampu, dan aksesori lain yang akan dipakai sebagai pelengkap taman, baik yang berperan fungsional maupun estetis.

Elemen Lunak Taman (Softscape)
Aneka jenis tanaman, pilihannya direncanakan di proses ini. Hal yang dipertimbangkan menyangkut masalah jenis tanaman (perdu, semak, dan pelindung). Tentang wama (bunga maupun daun) jugs menjadi hal yang harus diperhatikan karena menentukan kesemarakan taman yang tercipta dan harmonisasi wama yang ada.

Karakter setiap tanaman menyangkut: kecepatan tumbuh, bentuk tajuk, ketahanannya dalam merespon cuaca (baik panas matahari maupun hujan/air), menentukan pilihan jenis tanaman yang akan digunakan.

Penanaman dan Peletakar Hardscape
Melakukan penanaman tanaman dimulai dari jenis tanaman pelindung (yang tinggi) dan seterusnya adalah tanaman yang lebih rendah sampai ke tanaman penutup tanah. Penyebaran batu koral, kerikil, step stone, dan pemasangan lampu taman dan aksesori lain dilakukan setelah penanaman.

Penyebaran batu koral didahului dengan peletakan ijuk di permukakan yang akan diberi batu koral untuk menjaga sirkulasi air agar dapat tetap meresap ke dalam tanah dar taman tak tergenang.

Pembersihan Lahan
Kegiatan pembersihan sampai sisa hasil pengerjaan taman. Setelah taman bersih dari sampah sisa, baru dilakukan penyiraman secukupnya. Dan selanjutnya dilakukan perawatan rutin seperti pemangkasan dan penyiraman yang teratur. (Tabloid Rumah/Johanna Erly Widyarti)

Artikel Terkait :

Taman Mungil minimalis

Taman Mungil minimalis

Seperti judul gambar diatas, meskipun ruang di rumah kita relatif sempit dan kecil, tidak menutup kemungkinan kita bisa mem permak ruangan tersebut dengan berbagai cara menjadi suatu ruangan yang berguna, contoh diatas adalah ruang belakang rumah, yang biasanya terabaikan oleh pemilik rumah, namun dengan kreatifitas tinggi dan kemauan dari kita, ruangan yang sedianya tak terpakai bisa menjadi taman minimalis yang indah, cocok untuk bersantai keluarga dan tempat berkumpul keluarga, untuk desainnya bagaimana ?! Itu terserah anda sekalian, tingkatkan kreatifitas diri, maksimalkan kemampuan mendesain, dan dapatkan hasil sesuai dengan keinginan anda sendiri.

Artikel Terkait :