Tag Archives: TAMAN RAMAH LINGKUNGAN

TAMAN RAMAH LINGKUNGAN

Sudahkah anda menonton film 2012 atau An Inconvenient Truth? Hiburan disaster movies seperti ini sekarang banyak beredar untuk menyadarkan kita agar bersama-sama menjaga kelestarian alam. Tetapi sebenarnya apa sajakah yang dapat kita perbuat untuk menjaganya?

Sudahkah kita melakukannya dengan benar? Salah satu tindakan yang popular dilakukan untuk menjaga lingkungan adalah dengan menanam pohon dan membuat taman. Tapi apakah taman yang kita buat benar-benar ramah lingkungan?

Coba tengok proses penanamannya, biasanya melibatkan pupuk buatan seperti NPK dan urea dan furadan. Bahan tersebut adalah bahan beracun yang apabila terlarut ke dalam air dapat mencemari tanah dan air. Pengairannya yang kita lakukan setiap hari menggunakan air dari instalasi air minum sehingga memboroskan air.

Dalam pemeliharaannya pun demikian, aplikasi pestisida melepas racun ke udara mematikan puluhan mungkin ratusan organism yang berguna dalam melakukan tugas biodegradasi. Pemangkasan rumput pun melepas panas ke udara dan mengkonsumsi energi dan bahan bakar fosil (bbm). Kalau begitu bagaimanakah bertaman yang ramah lingkungan?

  1. Tanamlah tanaman lokal sebanyak mungkin. Tanaman ini sudah beradaptasi secara alami terhadap curah hujan dan suhu lokal sehingga tidak banyak memerlukan pengairan dan pemupukan.
  2. Tanam jenis yang beragam, misalnya 10 jenis. Keragaman yang tinggi ini berguna untuk mencegah serangan hama-penyakit. Memang taman yang dihasilkan akan lebih berpenampilan alami dan kurang rapi, tetapi tidak membutuhkan banyak perawatan seperti pemangkasan dan penyiangan.
  3. Tanamlah dalam formasi rapat-rapat agar menekan tumbuhnya gulma. Gulma tumbuh secara alami karena banyaknya ruang kosong pada taman konvensional.
  4. Untuk pengairan gunakan air tampungan air hujan/air AC. Air ini cukup bersih tapi tidak perlu kita gunakan air dari PAM.
  5. Di awal penanaman gunakan pupuk dari bahan organic seperti kompos dan pupuk kandang. Tanamlah jenis polong-polongan (leguminoceae ) di antara tanaman agar menyediakan pemupukan secara alami. Serasah daun tanaman tersebut juga akan menyediakan bahan organik setelah melapuk. Air cucian beras dan daging juga menyediakan unsur hara bagi tanaman anda.
  6. Jangan gunakan pestisida apabila melihat ada serangga. Serangga sangat berguna dalam penyerbukan dan menjaga keseimbangan ekosistem taman anda. Gunakan hanya bila terpaksa karena populasinya terlalu banyak. Apabila membasmi gulma sedapat mungkin lakukan secara manual.
  7. Tanamlah tanaman yang berproduksi, seperti tanaman buah, umbi, obat dan bumbu yang biasa anda gunakan sehari-hari. Tanamlah dalam formasi yang padat.
  8. Buatlah fasilitas composting sederhana untuk mengolah sampah taman kita. Lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan membakarnya.
  9. Buat wetland buatan berupa kolam atau taman penampung hujan. Selain untuk neraca air, wetland ini berguna untuk drainase taman dengan menampung run off air dan menyerapkannya ke dalam tanah. Selain mengurangi beban selokan rumah Anda juga mengurangi erosi.
Artikel Terkail